Bagi mahasiswa, kesempatan ini menjadi momen penting untuk memperluas pengetahuan di luar kelas, terutama tentang isu aktual konservasi Orangutan Tapanuli (Pongo tapanuliensis). Melalui tema “Peluang Koeksistensi dalam Upaya Konservasi Orangutan Tapanuli”, para peserta ingin lebih memahami bagaimana ilmu biologi, kehutanan, antropologi, dan sosial budaya dapat saling melengkapi dalam menjaga kelestarian satwa endemik langka tersebut.
Antusiasme mahasiswa semakin besar karena acara ini menghadirkan lima pemateri yang ahli di bidangnya, yaitu Dr. Dolly Priatna, Edy Hendras Wahyono, Sunijaya, M.Si., Onrizal, Ph.D., dan Dr. Sri Suci Utami Atmoko. Dari mereka, mahasiswa memperoleh wawasan baru tentang ekologi, konservasi, hingga pentingnya keterlibatan masyarakat lokal dalam menjaga hutan Batang Toru, satu-satunya habitat Orangutan Tapanuli.
Salah satu mahasiswa menyebutkan bahwa kegiatan ini memberi motivasi untuk terus belajar dan berkontribusi dalam pelestarian Orangutan Tapanuli. “Kami ingin mendapatkan pengalaman dan ilmu langsung dari para pakar, agar tidak hanya belajar teori di kelas, tetapi juga memahami realitas lapangan tentang upaya konservasi Orangutan Tapanuli,” ungkapnya.
Melalui partisipasi aktif ini, mahasiswa FMIPA UNRI menunjukkan bahwa generasi muda memiliki semangat tinggi untuk terus belajar, membuka wawasan, dan menyiapkan diri menjadi bagian dari solusi dalam menjaga keanekaragaman hayati Indonesia.